Seorang anak yang dilaporkan kehilangan memori setelah makan program makan gratis pemerintah (MBG) telah dirujuk ke rumah sakit RSCM, menurut pembaruan dari Kementerian Kesehatan. Kasus ini merupakan bagian dari dugaan insiden keracunan makanan di Karo, Sumatra Utara, yang telah menarik perhatian nasional. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan bahwa keselamatan anak tidak dapat dinegosiasikan sebagai respons terhadap insiden tersebut.12
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengunjungi Karo untuk memeriksa kondisi siswa yang diduga keracunan akibat program MBG, didampingi oleh Gubernur Bobby Nasution. Selama kunjungan, Gibran meminta maaf kepada para korban keracunan. Kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan pemulihan kesehatan mereka yang terdampak.34
Gibran juga membawa dokter pribadi untuk membantu merawat korban keracunan di Karo. Keterlibatan dokter tersebut dilaporkan sebagai bagian dari respons terhadap insiden itu. Tindakan ini menegaskan perhatian pemerintah terhadap kasus tersebut.5
Anak dengan kehilangan memori dirujuk ke RSCM, rumah sakit rujukan nasional, yang menunjukkan tingkat keparahan kasus tersebut. Kementerian Kesehatan memberikan pembaruan mengenai rujukan ini. Rujukan tersebut merupakan bagian dari respons medis terhadap insiden itu.1
KPAI menegaskan bahwa keselamatan anak tidak dapat dinegosiasikan, menyoroti kekhawatiran atas dampak program MBG terhadap anak-anak. Pernyataan itu muncul di tengah laporan keracunan dan kehilangan memori. Hal ini menambah pengawasan terhadap program makan gratis tersebut.2